Merdeka dalam Rumah Tangga

Bagi saya, hakikat kemerdekaan adalah bisa bebas berekspresi tanpa terbelenggu ketakutan. Takut dilabeli, takut dihakimi, takut berkonflik. Intinya, khawatir akan penilaian orang lain terkait apa yang kita lakukan. Dalam relasi suami istri, kemerdekaan berarti bebas menjadi diri sendiri dengan tetap memperhatikan peran dan fitrah penciptaannya masing-masing. Bagi suami, bebas memilih pekerjaan apa saja yang dia … Continue reading Merdeka dalam Rumah Tangga

Romantisme yang Tersimpan Rapi

Hampir setiap pekan, di sosmed utamanya Facebook, selalu ada hashtag kekinian yang menggelitik untuk diikuti.  Pekan lalu dunia Facebook diramaikan oleh istri-istri yang berlomba-lomba mengkode suaminya dengan hashtag #aylaview. Maksudnya itu kode supaya suami -- yang notabene jarang romantis-romantisan -- kembali bersikap romantis seperti awal pernikahan dulu. Jadi, si istri berusaha mengajak suami bermain tebak-tebakan, Mobil apa yang … Continue reading Romantisme yang Tersimpan Rapi

Konsisten Menulis Tanpa Menghabiskan Banyak Waktu, Apa Bisa?

Menepati komitmen memang butuh perjuangan. Inginnya bisa konsisten menulis setiap hari, tapi terkadang hal tersebut bentrok dengan waktu yang dimiliki. Saya sendiri tipe orang yang butuh waktu lama untuk menyelesaikan sebuah tulisan.  Sebagai ibu yang sementara ini masih berjuang dengan peran ganda, perkara waktu ini sungguh diuji. Jika di kantor sedang repot dengan urusan pekerjaan … Continue reading Konsisten Menulis Tanpa Menghabiskan Banyak Waktu, Apa Bisa?

10 Ide #WeekendTanpaMall Bersama Keluarga

Weekend bagi semua ibu adalah hal yang sangat dinanti-nanti. Jika ibu bekerja menunggu weekend untuk quality time bersama anak, maka ibu rumah tangga menganggap weekend sebagai sarana refreshing setelah berjibaku mengurus rumah dan anak-anak selama sepekan. Meski mengasyikkan dan ditunggu-tunggu, kadang saat weekend juga menjadi saat yang membingungkan. Ini terkait destinasi yang akan kita tuju untuk … Continue reading 10 Ide #WeekendTanpaMall Bersama Keluarga

Ayo, Kamu Bisa Nak!

Setiap orang tua pasti menyayangi anak-anaknya, meski dengan cara yang berbeda-beda. Ada orang tua yang menunjukkan kasih sayang dengan mengabulkan semua keinginan anak, selalu melayani apapun kebutuhan anak, melakukan apa yang seharusnya menjadi tugas dan tanggung jawab anak, seperti mengerjakan PRnya, membawakan barang-barang anak yang tertinggal di rumah saat anak sekolah, dsb. yang kita anggap … Continue reading Ayo, Kamu Bisa Nak!

Ibu, Jangan Ingkari Fitrahmu

Tulisan ini lahir dari fikiran yang berbeda saat membaca ulasan yang menyatakan laki-laki yang menolak berkompetisi dengan perempuan adalah laki-laki berfikiran sempit, laki-laki yang "ketakutan" memperistri perempuan berpendidikan tinggi adalah laki-laki berpandangan cupet, juga statement "wanita sebagai ibu rumah tangga" akan mendiskreditkan perempuan. Sebagai orang yang menganggap kesetaraan gender dalam segala aspek adalah satu hal yang … Continue reading Ibu, Jangan Ingkari Fitrahmu

Memangnya Kenapa Kalau Saya Single?

Delapan tahun lalu saya pernah menulis artikel dengan judul "Wajib Baca Buat yang Jomblo" dan setahun kemudian artikel itu saya publikasikan di blog lawas saya. Hingga kini masih saja ada komentar yang masuk di posting-an tersebut.  Rata-rata yang berkomentar di situ adalah adik-adik remaja yang nasibnya sebelas dua belas dengan saya saat itu. Mereka yang merasa … Continue reading Memangnya Kenapa Kalau Saya Single?