tips

Toilet Training

Bagi ibu pemula yang belum punya banyak pengalaman mengurus anak, ada satu fase cukup mendebarkan yang harus dilalui dalam perkembangan anak. Fase ini bahkan termasuk fase yang menguji kesabaran para orang tua. Ya, toilet training (TT) bagi saya yang masih minim pengalaman sekaligus sudah keenakan dengan pemakaian pospak untuk Ruma yang tinggal hitungan bulan menuju tahun kedua kelahirannya, adalah salah satu “momok” dan bikin males. Sebelas dua belas lah dengan WWL yang akan saya ceritakan di lain tulisan.

Tapi, bener ngga sih yang dibilang artikel-artikel itu bahwa TT adalah tahap yang suliiiit banget bahkan menguji kesabaran orang tua? Alhamdulillah kalau sudah meniatkan diri untuk TT dan minta pertolongan sama Allah, kesulitan-kesulitan saat TT menjadi tidak terasa. Nah, bagi Bunda yang putra/putrinya akan menjalani TT atau sedang dalam masa TT, mudah-mudahan beberapa tips ini bisa membantu.

Tips TT ala saya — yang sebenarnya ga original karena saya dapatnya dari sini.

  1. Rajin mengajak anak ke kamar mandi ketika anak sudah siap (rentang usia 18 – 36 bulan). Kalau dalam bahasa Jawa mungkin disebut tatur ya. Ngajaknya bisa 1 jam sekali, atau 2 jam sekali. Kalau anak Bunda tipenya sering BAK bisa diajak setengah jam sekali. Bisa dibilang ini adalah tahap yang paling bikin cape. Kadang anak usia dini (Ruma waktu itu 18 bulan) masih belum terlalu paham instruksi, misal kita suruh pipis, eh dianya malah asik main air di kamar mandi. Dan ga tanggung-tanggung, hampir sejam saya menunggui dia untuk pipis. Sudah disuruh jongkok, tetep aja main. Saya menyerah. Saya ajak keluar kamar mandi. Eh, baru sampai depan pintu kamar mandi malah pipis. Unpredictable. Saya pikir mungkin waktu itu dia belum siap di-TT. Akhirnya saya tunda lagi. Pakai pospak lagi. Sampai usia 23 bulan, ternyata dia baru mudheng apa yang saya maksud. TT pun berjalan sesuai yang diharapkan. Alhamdulillah.
  2. Konsisten dan disiplin jika sudah meniatkan untuk men-TT anak. Kalau sudah menjadwalkan BAK pada anak tiap sejam atau dua jam sekali, kapanpun-dimanapun-sedang melakukan apapun, konsistenlah pada jadwal itu. Saya awal-awal TT paling repot kalau keluar rumah, karena nggak semua toilet bersih kan? Tapi tetap konsisten men-tatur, akan memudahkan orang tua nantinya. Anak akan semakin paham dengan mekanisme ingin BAK dan TT akan lebih cepat berhasil. Tips TT saat di luar rumah antara lain: selalu bawa baju ganti dan perlengkapan bersih-bersih seperti tisu, tisu basah, handuk kecil, sabun cair dan hand sanitizer. Kalau kebetulan menemukan toilet yang kurang bersih, usahakan selalu menyiram tubuh anak dengan air mengalir (bukan air yang tertampung di ember).
  3. Konsisten untuk tidak menggunakan pospak atau cloth diapers (clodi), terutama saat di dalam rumah. Di awal-awal TT, mungkin sebagian Bunda memilih training pants karena kepraktisan dan motifnya yang lucu-lucu. Tidak mengapa, namun jika ingin TT lebih efektif, lebih baik langsung pakai celana dalam saja, karena sensasi basah akan lebih dirasakan oleh anak sehingga membuatnya tidak betah berlama-lama memakai celananya. Dari sinilah anak akan belajar mengenali hubungan “basah–>tidak nyaman–>ganti celana–>tidak pipis di celana, melainkan di toilet.
  4. Sebelum tidur malam, ajak anak untuk BAK (sekalian sikat gigi), insya Allah malam hari anak tidak ngompol di kasur. Untuk mengantisipasi anak ngompol (karena setiap anak berbeda-beda intensitas BAK-nya), pasang alarm pada jam-jam tertentu, misal 3-4 jam setelah jam tidurnya, untuk mengajak anak ke kamar mandi. Di awal TT, Bunda bisa memakaikan pospak atau clodi supaya tidak ada pekerjaan ekstra mencuci sprei dan menjemur kasur jika anak ngompol.
  5. Di awal TT, akan jauh lebih mudah mengenali tanda anak akan BAB daripada BAK. Karena proses BAB yang lebih lama daripada BAK. Tetapi jika sudah terbiasa dengan aktivitas mengajak anak ke kamar mandi, pola BAK anak akan terlihat sendiri. Kecuali kalau kita dan anak keasikan mengerjakan sesuatu sampai lupa waktu dan akhirnya ngompol di celana.

Yang perlu diingat, semua tips tadi tidak akan sukses tanpa petunjuk dan campur tangan dari Allah, karena yang membuat anak-anak kita mengerti instruksi, menyadari bahwa kalau ingin BAK/BAB harus di toilet dsb adalah Allah. Sebagai orang tua kita hanya bisa berikhtiar dan berdoa saja. Saya sendiri juga heran, kok cepet banget pahamnya, padahal ngajarin juga cuma sekali-dua kali. Yah, sama takjubnya dengan menyadari perkembangan anak-anak yang luar biasa cepat. Siapa lagi yang memberi petunjuk kalau bukan Allah kan? Jadi sudah sepantasnya atas semua keberhasilan, syukur kita alamatkan kepada Allah. Alhamdulillaah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s