motherhood

Menjadi Ibu yang Berdaya

Bunda, apakah Bunda pernah merasa tak berdaya? Misalnya ketika men-scroll timeline (TL) Facebook atau Instagram, atau berada dalam suatu komunitas yang beranggotakan bunda-bunda produktif dan sangat kompeten mendidik anak, atau menyimak obrolan grup-grup parenting yang mumpuni. Ya, sayapun merasakannya, Bunda.

Ketika TL dipenuhi para bunda yang sangat berbakat melakukan passion-nya, menunjukkan karya yang menginspirasi, apakah itu menulis tulisan inspiratif, membuat craft yang “menjual”, berkreasi dengan diy toys untuk putra-putrinya, membuat goresan indah berupa handlettering atau brushlettering, baking atau ngebento untuk suami dan anak-anaknya, meng-homeschooling-kan putra-putrinya, menjadi narasumber seminar parenting di sana-sini, atau di tengah padatnya aktivitas kerumahtanggan masih dapat mengerjakan suatu project berbasis masyarakat yang manfaatnya tidak cuma dirasakan dirinya sendiri melainkan juga dapat dinikmati masyarakat di sekitarnya, apa yang terbersit dalam benak Bunda? Merasa bagaikan remah-remah rempeyek yang tidak ada apa-apanya, atau justru merasa termotivasi ingin melakukan hal yang sama bahkan lebih baik?

Tulisan ini saya tujukan untuk bunda-bunda yang masih merasa tidak berdaya menyaksikan banyaknya fenomena wanita hebat di luar sana yang seakan dapat melakukan berbagai hal di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, madrasah pertama dan utama bagi putra-putrinya.

Percayalah, Bunda. Bunda adalah ibu terbaik bagi anak-anak. Meskipun saat ini Bunda merasa tidak bisa melakukan apa-apa, merasa tidak menghasilkan apa-apa. Percayalah, anak-anak dan ayahnya tidak memandang semua “kehebatan” itu. Bagi mereka, keikhlasan Bunda mengurus mereka dan seluruh isi rumah adalah yang utama. Yang mereka butuhkan hanya Bunda yang selalu ada untuk mereka. Ya, hanya Bunda. Meski tanpa “kehebatan” itu semua, Bunda adalah teristimewa bagi mereka.

Anak-anak tidak akan melihat seberapa hebatnya Bunda. Yang penting hanya ketulusan Bunda menemani dan mengisi hari-hari mereka. Belaian sayang, sentuhan lembut, kesabaran Bunda menjawab pertanyaan-pertanyaan cerdas mereka, sambutan hangat sepulangnya mereka dari sekolah.. sesederhana itu, Bunda. Jadi, mengapa masih merasa tidak berdaya?

Tidak ada satupun manusia yang tidak memiliki kelebihan. Jadi insya Allah Bunda juga memiliki kelebihan. Tinggal mencari saja apa kira-kira yang menjadi nilai tambah Bunda. Dengan menjadi bunda pembelajar yang selalu siap belajar dan terbuka terhadap perubahan, insya Allah kita akan menjadi sosok yang lebih baik lagi. Yang jelas, setiap kita diciptakan Allah untuk suatu misi. Nah, peran apakah yang akan kita pilih?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s