Bunda, Yuk Undang Si Kecil Bermain

Bermain adalah dunia anak. Rasa-rasanya hampir setiap detik — kecuali saat tidur, anak-anak akan selalu bermain. Entah itu dengan koleksi jepit rambutnya, peralatan mandinya, buku-buku ceritanya, dsb. Ya, karena dunia anak adalah dunia bermain. Kadang sebagai ibu kita kesal juga. Rumah yang tadinya rapi menjadi super berantakan. Padahal, kalau saja kita tahu manfaat apa saja yang diperoleh si kecil dari kegiatan bermain dan bereksplorasinya, akan hilang kekesalan kita akibat anak mengobrak-abrik seluruh isi rumah. Kalau kita sedikit lebih kreatif dan mau belajar bagaimana mengarahkan permainan anak dengan mengundang mereka bermain (kegiatan invitation to play), insya Allah manfaatnya bahkan jaaaauh lebih banyak.

Berikut ini manfaat invitation to play dengan permainan-permainan yang terarah:

  1. orang tua dapat mengetahui sejauh mana tingkat perkembangan anak terhadap usianya;
  2. dapat memberikan kesempatan anak bertumbuh kembang lebih optimal;
  3. mengenalkan keteraturan dan kedisiplinan pada anak — karena walaupun judulnya bermain, tetap ada aturan mainnya;
  4. meningkatkan kreativitas orang tua dan anak;
  5. orang tua dapat mengetahui bakat anak sedini mungkin.

Lalu, bagaimana cara membuat undangan bermain untuk si kecil?

Pertama, kita sebagai orang tua harus mengetahui parameter perkembangan anak sesuai usianya (menurut standar Diknas), misalnya: anak 2 tahun sudah bisa apa saja  dari segi agama dan moral, motorik kasar-halus, bahasa, kognitif, sosial-emosi-kemandirian dan seni. Namun parameter ini bukan harga mati, karena perkembangan setiap anak tentu berbeda.

Kedua, dengan menggunakan parameter tersebut, orang tua selanjutnya merancang jenis aktivitas yang relevan untuk menstimulasi tiap aspek perkembangan anak sesuai usianya. Sumber referensi untuk kegiatan ini biasanya banyak didapatkan melalui internet (contoh: IndonesiaMontessori.com) dan media sosial seperti Pinterest, Instagram dan Facebook. Selain itu, kini juga tersedia banyak buku yang berisi ide-ide untuk bermain dan beraktivitas bersama anak, seperti Child’s Play, Teach Me To Do It Myself, Rumah Main Anak, Anti Mati Gaya, Kreasi Muslim Cilik, dsb. Hal ini membuktikan bahwa semakin banyak orang tua yang peduli terhadap tumbuh kembang anak melalui kegiatan bermain sekaligus belajar bersama anak.

Ketiga, setelah menentukan aktivitas yang dipilih, orangtua bisa mencari dan mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk permainan.

Keempat, menentukan waktu dan tempat untuk melakukan permainan. Di point ini orang tua juga bisa menentukan “jumlah undangan,” yakni bila permainan yang ingin dilakukan adalah permainan berkelompok, maka orang tua dapat juga mengundang teman-teman si kecil atau saudara-saudaranya.

Terakhir, setelah semua siap, undanglah si kecil untuk bermain bersama Bunda. Selamat bersenang-senang, Bunda.

Oh ya, jika di awal-awal si kecil tampak tidak terlalu antusias, jangan berkecil hati ya, Bunda. Mungkin Bunda bisa mengenalkan permainan tersebut lain kali. Tidak perlu memaksakan atau memberi pengarahan yang berlebihan ketika anak tampak tidak tertarik dengan undangan permainan kita. Namanya juga open-ended play, jadi biarkan anak berkreasi sesuka mereka.

Berikut ini adalah contoh invitation to play untuk anak usia 2-3 tahun yang bertujuan untuk menstimulasi aspek motorik halus dan sosial -emosi-kemandirian melalui kegiatan practical life skill memasang kancing.

Judul Kegiatan: Button Snake

Alat dan Bahan: kancing, benang dan jarum jahit, pita atau kain, kain flanel, gunting

Cara Membuat:

  1.  Jahitkan kancing di ujung pita atau kain
  2. Gunting kain flanel menjadi bentuk persegi — bulat juga bisa, seperti pada gambar
  3. Lubangi bagian tengah flanel tsb seukuran kancing
  4. Ajak anak memasukkan guntingan flanel tsb melalui kancing yang telah Bunda jahitkan

3525945107_2763e6e7ba_n

Sumber gambar: http://thetobyshow.typepad.com/the_toby_show/2009/05/cheap-easy-button-snake.html

Manfaat Kegiatan bagi si kecil:

  1. Practical life skill
  2. Melatih kesabaran
  3. Kemampuan menyelesaikan masalah

*Disarikan dari buku Rumah Main Anak karya Julia Sarah Rangkuti

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s