Masih Mengagumimu Ternyata

Sebenarnya tidak tepat jika tulisan ini saya klasifikasikan ke dalam kategori “Hobi Menulis.” Karena saya sedang melakukan hobi yang lain – walaupun masih serumpun. Ya, membaca adalah kegiatan favorit saya sejak kecil. Membaca novel tepatnya. Meskipun belakangan ini juga menggemari karya-karya non fiksi dengan tema pengasuhan anak khususnya.

Beberapa tahun yang lalu, saya mengkoleksi karya-karya novelis Indonesia yang tentunya sudah tidak asing lagi di kalangan pecinta novel romantis sisi “kanan,” Tere Liye. Dari kedua belas novel beliau saya punya sembilan dan hampir telah membaca semua karya beliau. Saya benar-benar mengagumi tulisan beliau yang tertuang dalam novel-novel penuh hikmah tersebut. Selalu ada pelajaran yang dapat dipetik setelah membaca novel-novel beliau.

Namun malang, ketika saya pindah rumah dari rumah mertua menuju rumah kontrakan, buku-buku itu tak terbawa karena selain saya memang sudah jarang membacanya, saya juga berfikir tak apalah sementara diletakkan di gudang dulu. Kapan-kapan saya ambil. Ternyata beberapa bulan kemudian mertua saya pindah rumah dan barang-barang yang ditaruh di gudang sebagian besar habis dimakan rayap. Termasuk sembilan novel Tere Liye kesayangan saya. Menyesal? Tentu. Tapi mau apa lagi kan? Saya tidak bisa apa-apa selain berharap esok-lusa akan dapat membeli lagi novel-novel itu.

Beberapa hari yang lalu, adik saya membelikan dua judul novel baru Bang Tere. Bukan main senang hati saya. Sudah lama sekali saya tidak membaca karya-karya beliau. Pikir saya, lumayanlah dapat dua untuk penghiburan atas sembilan novel yang kini lenyap tak berbekas. Namun ternyata, semakin banyak lembar yang saya baca, semakin teringatlah saya akan buku-buku Bang Tere yang sebelumnya saya punya. Saya pun bertekad kembali untuk mengkoleksi karya-karya penulis yang kini sudah mencapai dua puluh empat judul banyaknya. Meskipun untuk membeli semuanya, membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Namun saya percaya, buku adalah investasi berharga yang tidak akan sayang jika kita belanjakan sebagian harta kita untuknya. Apalagi untuk buku bermutu sarat hikmah dan pemahaman baik seperti buku Bang Tere. Semoga bisa mewujudkannya.

Gambar dari http://moeslema.com/wp-content/uploads/2014/08/buku-buku-Tere-Liye.jpg?07dce1&b928be

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s