Rumaysa

Ruma (2)

Dear Rumaysa, anak kecil kesayangan dan kebanggaan Meme.

Hari ini usiamu 31 bulan 6 hari.

Kemarin kita bertemu benar-benar hanya sebentar. Pagi-pagi sekitar pukul setengah tujuh kau sudah dijemput Mba La dan Nenek untuk dibawa ke rumah nenek. Sementara Meme dari pagi sampai petang ada di rumah sakit, di kantor lalu di rumah sakit lagi sampai akhirnya petang itu kita bertemu lagi di warung tukang sayur dekat rumah Yangti. Kau tentu sudah dijemput oleh Pepe.

Terkejut sekali Meme ketika mendengar suara lembutmu memanggil-manggil nama Meme. Meme senang sekali. Setiap pertemuan lagi denganmu entah kenapa selalu membuat Meme excited dan berbinar-binar. Meme yakin setiap ibu yang meninggalkan anaknya untuk bekerja pasti merasakan perasaan yang sama. Bungah yang tak terlukiskan dengan kata-kata setiap kali bertemu dengan anak setelah seharian ditinggalkan.

Kitapun lalu menuju rumah Yangti untuk menunggu Yangkung yang pulang dari rumah sakit. Alhamdulillah tadi malam (27/04) Yangkung sudah pulang dari rumah sakit. Sambil menunggu kedatangan mereka, kita makan putu dan minum air mineral yang dibeli Pepe. Setiap melihatmu, hanya ada rasa kagum dan syukur. Betapa Allah dengan sangat sempurna membentuk rupamu. Juga tingkahmu yang begitu lucu selalu menyegarkan hati ini. Apalagi tadi malam rambutmu yang semakin panjang dikuncir oleh Nenek. Lucu sekali.

Setelah Yangkung sampai rumah,kitapun akan pamit pulang ke Modalan. Ternyata ada Eyang Utiek dan Eyang Budi datang. Lalu mengobrollah kita semua di rumah Yangkung. Adik ragil Yangkung ini memang lucu. Selalu menyegarkan suasana dengan kehebohan cerita beliau yang selalu membuat Meme terpingkal-pingkal.

Namun tampaknya Ruma sudah ngantuk. Ruma tidak mood, sehingga ingin cepat pulang. Meme baru menyadari kalau Ruma agak batuk. Mungkin kecapean karena sudah tiga hari ini tidak di rumah alias pergi terus. Entah sama Yangkung Yangti dan dua hari berikutnya main sama Mba La di rumah Kakek.

Seperti yang sudah-sudah, kalau batuk pasti tenggorokan Ruma tidak enak. Gatal dan seakan ada yang mengganjal karena tertutup dahak. Untuk mengeluarkannya, tentu anak seperti Ruma belum bisa selain dengan cara muntah. Muntahlah Ruma malam itu di rumah Yangti setelah batuk-batuk. Alhamdulillah setelah muntah Ruma malah lebih ceria.

Akhirnya kita pulang. Di perjalanan Ruma tidur. Sampai rumah Rumapun masih tidur. Ketika Meme sudah mandi dan siap tidur, Ruma malah bangun dan merengek. Seperti tidak nyaman. Ruma kalau sedang kurang sehat pasti tidak nyenyak tidurnya. Alhasil sepanjang malam Ruma selalu bangun-bangun karena hidung mampet. Baru menjelang subuh Ruma bisa tidur lebih nyaman.

Bangun tidur sekitar pukul enam, Ruma langsung ngajak Meme keluar kamar, lalu main sama kucing, minum air jeruk yang dibuat Pepe, pipis, mandi, sikat gigi karena semalam habis muntah belum bersih-bersih alias cuma ganti baju. Setelah itu sarapan pakai tumis kangkung dan sosis goreng.

Akhirnya karena semalam tidurnya tidak nyenyak, sekitar jam 8, Ruma mulai cranky lalu diajak Pepe ke kamar untuk dibacakan buku. Lagi-lagi buku favoritnya, “Aku Selalu Bangun Pagi.” Tak lama kemudian Ruma pun tidur lagi dan Meme berangkat ke kantor. Maaf ya, Nak. Waktu dan kesempatan kita terbatas dan tidak berkualitas sama sekali. Meme janji akan lebih baik lagi.

Kami menyayangimu, Nak.

28 April 2016 – di kantor Meme

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s