How to Be A Professional Mom

Selasa (23/5) pagi kemarin saya mendapat materi kedua dari kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP). Kuliah online ini, masya Allah, benar-benar sesuai dengan ekspektasi saya. Saya memang berharap bisa meng-upgrade diri dengan mengikuti program-program dalam IIP ini. Semoga saja saya juga bisa mengaplikasikan materi-materi di perkuliahan ini dalam kehidupan saya. Aamiin.

Jadi di materi kedua ini, pembahasannya adalah tentang “Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga.” Ada empat tahap yang harus dilalui seorang ibu sehingga layak disebut sebagai ibu profesional, yakni: bunda sayang, bunda cekatan, bunda produktif dan bunda shalihah.

Bunda sayang adalah bagaimana seorang ibu bisa menyayangi anak-anaknya setulus hati sehingga empat fitrah yang telah di-install dalam diri seorang anak dapat berkembang sempurna. Keempat fitrah tersebut antara lain curiousity intelligence, creative imagination, art of discovery dan noble attitude (akhlak mulia). Oleh karena itu, seorang ibu harus hadir seutuhnya dalam tumbuh kembang anak, terutama masa golden ages (0-3 tahun, 0-8 tahun dan 0-12 tahun). Hadir seutuhnya ini mengandung makna membersamai si kecil dengan sepenuh jiwa dan segenap perasaan. Bukan sebatas raga hadir namun jiwa entah ke mana, atau sebaliknya juga, raga tidak hadir namun jiwa selalu memikirkan anak-anak di rumah.

Selanjutnya, bunda cekatan adalah tahap di mana seorang ibu bisa mengelola rumah tangga dengan sebaik-baiknya, mulai dari segi pengaturan rumah sampai manajemen keuangan. Pilar ini juga menuntut seorang ibu memiliki manajemen waktu dan disiplin yang baik.

Setelah melalui tahap bunda sayang dan bunda cekatan, seorang ibu kemudian masuk tahap bunda produktif yang memiliki pengertian bisa mengembangkan minat dan bakatnya, mampu menghasilkan, atau mandiri secara finansial tanpa meninggalkan anak dan keluarga.

Nah, jika tiga tahap tersebut sudah dilalui, saatnya ibu menjadi bunda shalihah dengan memberi kemanfaatan kepada sesama ibu di lingkungannya, menularkan nilai-nilai yang sudah dipelajari, berbagi manfaat yang dirasakan dengan ibu-ibu lain sehingga ibu-ibu lain pun bisa pula menjadi ibu yang profesional.

Namun, empat tahap itu harus dilalui secara berurutan supaya tidak terjadi ketimpangan. Intinya, kasih sayang yang tulus kepada seluruh angota keluarga itu yang utama. Ibu juga baru bisa menjadi bunda produktif yang mampu mandiri secara finansial tanpa meninggalkan anak dan keluarga, setelah sebelumnya mampu mencurahkan kasih sayang setulusnya kepada seluruh anggota keluarganya sekaligus juga ahli mengelola rumah tangganya. Apalagi untuk menjadi bunda shalihah yang menebar manfaat, tentunya harus menjadi bunda sayang, cekatan dan produktif dulu. Kalau tidak, manfaat apa yang bisa dibagi?

Masya Allah, benar-benar menohok ya materinya? Memang selama ini saya bercita-cita menjadi bunda produktif, namun ternyata harus diawali dengan sayang anak dan beres dalam urusan rumah tangga dulu. Jadi ketika pada akhirnya bisa mandiri secara finansial tanpa meninggalkan rumah dan keluarga pun, anak-anak dan keluarga tidak merasa terabaikan, rumah tangga tetap terurus dan berjalan dengan baik.

Semoga Allah memudahkan langkah saya menuju cita-cita ini, menjadi ibu profesional kebanggaan keluarga. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s