Institut Ibu Profesional, NHW

NHW #4: Mimpi Itu Menyala Lagi

Disclaimer: Posting-an ini akan panjang.

Sejak mengikuti kuliah Matrikulasi Institut Ibu Profesional saya merasa hidup saya lebih bersemangat, lebih ingin memperbaiki diri terutama terkait mengelola waktu, mengatur kegiatan dan merencanakan keuangan. Lebih dari itu, saya pun kini berani punya mimpi. Sejak menikah dan punya anak, saya merasa hidup saya datar-datar saja. Tidak ada target yang ingin diraih selain menjadi istri dan ibu yang baik — tentu bukan sebuah target yang spesifik kan? Istri dan ibu yang baik itu yang bagaimana? Saya juga bingung. Bangun tidur, mengerjakan pekerjaan rumah, menyiapkan keperluan anak, menyiapkan diri untuk pergi ke kantor, di kantor mengerjakan beberapa detail pekerjaan, pulang kantor belanja untuk keperluan memasak esok hari, sampai rumah main sama anak, lalu tidur lagi — dan bangun lagi untuk mengulang kegiatan yang sama. Entah sampai kapan saya melakukan segala rutinitas tanpa penghayatan itu.

Sejak tiga tahun lalu saya punya keinginan untuk resign dari kantor dan menjadi ibu rumah tangga. Saya ingin seutuhnya mendampingi tumbuh kembang anak saya, menjadi madrasah pertama dan utama untuknya dan tentunya mengamalkan perintah Allah untuk tetap tinggal di rumah. Namun karena masih terbentur satu dan lain hal, keinginan itu hingga kini masih di awang-awang.

Selama ini saya berusaha menerima keadaan ini. Saya hanya bisa berdo’a semoga kelak ada jalan supaya saya bisa menjadi sebenar-benar ibu yang berdiam di rumahnya, tidak kerja kantoran seperti saat ini. Sampai akhirnya saya menerima kenyataan bahwa saya saat ini adalah ibu yang bekerja di luar rumah dan untuk beberapa waktu tidak berada di sisi anak. Saya pun perlahan melupakan mimpi saya dan hanya menunggu keajaiban.

Setelah mengikuti kelas matrikulasi IIP — yang memang salah satu tujuan saya bergabung adalah bisa menjadi ibu yang produktif dari dalam rumah — perlahan mimpi saya untuk bisa bekerja dari rumah, tetap bisa menghasilkan uang tanpa harus meninggalkan anak, mulai menyala kembali. Saya mulai berani bermimpi untuk bisa mendidik anak, menjadi ummul madrasah baginya, sekaligus membantu suami. Saya sadar, kondisi keluarga kami berbeda dengan keluarga lain. Dan tidak bisa saya terus-menerus berharap keadaan agar segera berubah. Karena kata salah satu pakar enlightening parenting, berubah itu mengubah. Tujuan yang fokusnya adalah merubah apa-apa yang ada di luar diri kita adalah tujuan yang paling rentan menimbulkan frustrasi. Untuk itu dalam hal ini, sayalah yang harus berubah. Kalau saya ingin segera resign dari kantor, saya harus bisa membuktikan bahwa saya tetap bisa produktif walaupun tidak dengan kerja kantoran.

Untuk itu, dalam NHW #4 ini, saya akan mencoba menjawab beberapa poin pertanyaan yang harus dijawab.

Apakah saya masih ingin mempelajari ilmu yang saya tulis dalam NHW #1?

Ya, saya masih ingin mempelajari ilmu berbicara dengan lemah lembut, terutama kepada suami dan anak. Kepada suami, dengan kelemahlembutan saya dalam berbicara dengan beliau, akan lebih mengharmoniskan rumah tangga kami. Kepada anak, jika saya lemah lembut anak akan semakin sayang pada ibunya dan saya mampu menjadi teladan anak dalam berbicara.

Namun, ternyata saya perlu menambahkan satu ilmu lagi, yakni ilmu untuk bisa menjadi ibu yang produktif dari dalam rumah, dalam hal ini fokus saya adalah untuk menulis tulisan yang bermanfaat dalam bidang kemuslimahan. Adapun saya juga berharap hal tersebut bisa menjadi penguat saya untuk bisa resign dari pekerjaan.

Apakah saya rutin melakukan checklist indikator perempuan profesional yang telah saya tulis di NHW #2?

Bisa dibilang saya sudah berusaha tetapi ada kondisi di mana saya tidak mampu menerapkan apa yang sudah saya tulis. Dan jika sadar saya telah khilaf, saya berusaha memperbaiki agar tidak terulang lagi. Istilahnya tidak tobat sambel.

Apakah sudah bisa membaca apa kira-kira maksud Allah menciptakan saya di muka bumi ini? Apakah bidang yang ingin saya kuasai sehingga peran hidup saya semakin jelas terlihat?

Di NHW #3, saya menulis kelebihan saya adalah senang melayani dan lebih mengutamakan kepentingan orang lain. Dengan modal itu, saya mengira maksud Allah menciptakan saya adalah agar saya bisa menjadi ibu sekaligus penulis yang bermanfaat dan menginspirasi.

Dengan demikian, misi hidup saya adalah menyebarkan manfaat dan inspirasi lewat tulisan, bidang kemuslimahandan peran yang akan saya lakoni adalah menjadi ibu sekaligus penulis dalam bidang kemuslimahan.

Ilmu-ilmu apa saja yang akan saya pelajari untuk mendukung misi tersebut?

  1. Ilmu agama;
  2. Ilmu menulis dan menyebarkan tulisan;
  3. Ilmu parenting;
  4. Ilmu terkait kerumahtanggaan.

Bagaimana milestones saya dalam mempelajari ilmu-ilmu tersebut? 

Ilmu agama dan kepenulisan akan saya pelajari sepanjang hidup mulai hari ini (KM 0 sejak saya berusia 29 tahun lebih 3 bulan). KM 0 – KM 2 (dua tahun pertama): menguasasi ilmu parenting. KM 2 – KM 4 (dua tahun kedua): menguasasi ilmu terkait kerumahtanggaan. Sehingga maksimal 4 tahun lagi saya sudah bisa menjadi seorang ibu profesional sekaligus penulis produktif.

Apakah waktu-waktu untuk mempelajari ilmu tersebut sudah dimasukkan ke dalam checklist?

Saya sudah memasukkan waktu-waktu mempelajari ilmu tersebut ke dalam checklist. Semoga istiqamah mengerjakannya.

Selanjutnya, yang perlu dilakukan adalah just do it. Terus lakukan dan jangan putus asa. Terhadap hal ini saya harus banyak belajar dari suami saya yang sampai detik ini masih berusaha menempa diri menjadi wirausahawan tangguh. Saya pun ingin begitu hingga kelak iba masanya saya menjadi sebenar-benar ibu yang tetap bisa berkarya, meski dari dalam rumah.

Semoga Allah mudahkan saya meraih mimpi ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s