Sungguh Hidayah Itu

Sejak dulu saya suka sekali dengan terjemah Surah Asy Syams ayat 7 sampai 10,

dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya . Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS Asy Syams: 7-10)

Menurut saya, ayat ini terkait sekali dengan konsep hidayah. Bahwa hanya Allahlah satu-satunya yang berkehendak apakah seseorang itu layak diberi hidayah atau tidak, sekarang atau besok. Allahlah yang mengilhamkan kepada jiwa kita jalan yang akan kita pilih, apakah itu jalan fujur dan jalan takwa. Dan meskipun hidayah itu murni hak Allah, tugas kita adalah terus-menerus mencarinya, bukan hanya menunggu kedatangannya — yang memang hak prerogatif Allah.

Terhadap hal ini, saya jadi ingat salah satu kawan akrab semasa sekolah, yang sejak menikah dan punya anak, alhamdulillah telah mendapatkan karunia hidayah. Dan betapa perubahannya sungguh luar biasa, masya Allah tabarakallah. Dia yang dulunya cukup berjarak dengan segala sesuatu berbau Islam, kini bahkan sudah sampai level marketing dakwah. Masya Allah, semoga istiqamah.

Maka benar, sungguh hidayah itu milik Allah. Dia yang gerakkan, bolak-balikkan hati hamba-hambaNya dari yang dulunya berjalan di jalan fujur menuju jalan takwa. Demikian pula sebaliknya. Sudah banyak kisah seorang yang dulunya ahli ibadah yang lalu terjebak futur dan tidak lagi menggenggam hidayahNya.

Maka atas semua itu, kita — yang mungkin saat ini “merasa” sudah berada di jalanNya yang lurus, jangan sampai menjadi sombong, merasa lebih baik dari saudara kita yang lain, karena sejatinya kita tidak pernah tahu bagaimana akhir kehidupan kita.

Namun satu yang harus selalu kita lakukan, mohonlah kepada Allah kekekalan dalam hidayah, dengan do’a yang diajarkan Rasulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam,

Wahai Yang Maha Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamaMu. Wahai Yang Maha Memalingkan hati, palingkanlah hatiku kepada ketaatan kepadaMu. (hadits riwayat Tirmidzi, Ahmad, Hakim dishahihkan oleh Adz Dzahabi)

Sungguh hidayah itu milik Allah. Maka jika sudah kau genggam, jangan sekali-kali kau lepaskan.

Ditulis dan diselesaikan pada 12 Juni 2017, untuk seorang teman: hijrahmu, sungguh menginspirasiku

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s