Islam

Fadhilah Dzikir Pagi Petang

Alhamdulillaahilladzii bini’matihi taatimush shaalihat. Di tulisan ini cuma mau bersyukur atas kasih sayang Allah yang masih melindungi saya dari kecelakaan di jalan.

Jadi kemarin (21/6) saya baru pulang dari Solo yang mana sepeda motor saya parkirkan di Stasiun Maguwo. Lalu saya melintasi Jalan Laksda Adisucipto ke arah barat. Saya mengemudikan sepeda motor pelan-pelan karena lalu lintas yang padat. Mungkin memang salah saya yang mengemudi di arah kanan jalan, yang mana itu adalah jalur untuk mobil atau kendaraan lain dengan kecepatan tinggi. Saya ambil kanan jalan karena memang sedang mencari toko yang letaknya di kanan jalan.

Tiba-tiba dari arah belakang, BRAKKK!! Ada yang menabrak saya dari belakang, berikutnya terdengar suara klakson. Alhamdulillah motor saya tidak oleng sedikitpun. Saya juga tidak jatuh sama sekali. Jujur sih habis itu jadi takut dan deg-degan banget rasanya. Lalu saya menepi sebentar untuk menenangkan diri, sambil mengamati apa yang rusak ya dari motor saya? Tapi saya tidak turun untuk memeriksa secara detail.

Lalu saya melanjutkan perjalanan. Di tengah jalan ada sebuah mobil pickup yang memberhentikan laju motor saya. Saya pun berhenti di depannya. Pengemudinya turun dan menghampiri saya yang masih duduk di atas motor. Ooh ini toh, orangnya yang tadi nabrak motor saya? Maaf ya Pak, ternyata Anda bertanggung jawab. Saya pikir tadi main tinggal saja, jadi saya sempat mengumpat kecil. Astaghfirullah.

Dia minta maaf dan menanyakan alamat rumah saya, bilang akan mengganti slebor motor saya. Saya fikir, saya masih selamat saja sudah bersyukur banget. Alhamdulillah. Jadi saya tolak saja ganti rugi itu. Fikir saya — waktu itu, saya tidak tahu kerusakan apa yang terjadi pada motor saya. Saya pun berlalu begitu saja.

Begitu sampai rumah, olalaa, slebor motor saya memang patah, plat nomor pun jadi hilang. Duh tau gitu tadi diterima saja ya, ganti rugi sopir pickup itu? Haha. Tapi ya sudahlah, ndak apa-apa.

Dikasih keselamatan tidak jatuh tidak luka samaaa sekali saja saya sudah merasa amaze. Betapa Maha Baiknya Allah, masih melindungi saya, masih memberi kesempatan saya untuk beramal shalih di dunia ini, mudah-mudahan.

Saya seperti ngga percaya, mungkin ini karena Allah menganjurkan hambaNya untuk senantiasa berdzikir, merutinkan dzikir pagi dan petang hari. Saya baru saja merasakan keutamaannya. Selama ini sudah sering sekali baca cerita orang-orang yang berdzikir pagi petang dan penjagaan Allah pada mereka. Mereka yang selamat dari kekerasan, pemerkosaan, kejahatan di jalan, kecelakaan lalu lintas, bisa jadi karena diberi taufik oleh Allah untuk mengamalkan dzikir pagi dan petang hari. Dan kali ini saya pun mengalaminya. Masya Allah, laa hawla walaa quwwata illa billaah.

Maka, untuk yang membaca tulisan ini, mari merutinkan dzikir pagi dan petang hari. Syukur-syukur dihafalkan. Tapi tidak hafal pun tak apa, sambil membaca bukunya pun boleh. Yang penting jangan lupa untuk dibaca. Ajari pula anak-anak kita dzikir-dzikir tersebut, supaya mereka istiqomah pula menerapkannya. Karena sungguh, hanya Allah lah sebaik-baik Pelindung dan Penjaga.

Diselesaikan pada 22 Juni 2017, sebuah tanda syukur atas penjagaan Allah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s