Teruslah Menulis

Kadang seseorang ragu menulis sesuatu karena takut tidak bisa melakukannya, alias omong doang, nulis doang tapi realisasinya nol. Mereka menghindari menulis hal-hal yang sebenarnya bermanfaat karena dirinya sendiri merasa belum bisa menerapkan apa-apa yang dituliskan. 

Memang sih, terlihat munafik banget yah. Nulis nulis sendiri, diingkari sendiri, ngga dilakukan sendiri. Jadi lebih baik ngga usah nulis lah. Tulis aja hal-hal yang sudah dilakukan. Terhadap yang belum, wis biar orang lain aja nanti yang menyampaikan.

Namun sejatinya, menulis itu menasihati diri sendiri. Yang paling mendapatkan manfaat dari tulisan kita adalah kita, penulisnya sendiri. Sebelum tulisan itu bermanfaat bagi orang lain, hendaknya tulisan itu bermanfaat dulu untuk diri sendiri. Sebagaimana seorang pengajar, dia dulu yang mendapatkan manfaat dari ilmunya, sebelum orang lain. Dia dulu yang belajar. Tepatnya, dia belajar dengan mengajar.

Jadi, kalau selama ini kita ragu, apakah buah fikiran ini layak ditulis, bukannya aku belum melakukan ya? Cukup lanjutkan. Tulis saja. Lalu lakukan yang kau tuliskan. Jangan berhenti sampai penulisan saja. Sehingga kita terhindar dari yang namanya omdo tadi.

Memang awalnya ya jangan menulis yang muluk-muluk dan terlihat susah untuk dilakukan. Tulislah hal-hal yang kita yakin bisa melakukannya. Insya Allah tulisan kita bisa bermanfaat untuk diri kita sendiri dan orang lain.

Aamiin.

Advertisements

2 thoughts on “Teruslah Menulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s