Futur Iman Pasca Ramadhan

Ada yang ngerasa gini ngga? Abis Ramadhan semangat ibadah seakan mengendor. Dulunya getol bener ibadah wajib masih pula ditambah sunnah-sunnah yang lain, kini puasa kelar bisa beres wajibnya aja udah bersyukur.  

Huaa, pasca Ramadhan emang godaan banget ya. Suasana hari raya masih kerasa bahkan sampai H+7, yang mana masih kumpul-kumpul keluarga, jalan-jalan yang jujur aja kadang bikin pelaksanaan shalat di awal waktu jadi sedikit tertunda, makan-makan yang bikin kita jadi mundur-mundurin bayar utang puasa — boro-boro puasa Syawal deh, agenda kumpul ngobrol ngalor ngidul yang bikin interaksi kita dengan Al Quran jadi berkurang dan sederet kegiatan yang ngga kerasa sedikit demi sedikit menggerogoti semangat ibadah kita.

Padahal mah harusnya, Ramadhan adalah bulan pemacu yang bikin kita makin semangat beribadah di sebelas bulan lainnya. Bukannya malah semangat ibadah kenceng di bulan Ramadhan aja terus di sebelas bulan lainnya malah melempem.

Lalu, supaya kita tetep semangat dan bebas futur iman pasca Ramadhan gimana dong? Paksakan diri!Berikut ini ada beberapa tips untuk mengobati penyakit futur:

  1. Memperbaharui keimanan, dengan cara: mentauhidkan Allah, berdo’a agar ditambahkan keimanan, memperbanyak ibadah dan amal shalih;
  2. Merasa selalu diawasi Allah;
  3. Banyak berdzikir;
  4. Ikhlas dan takwa;
  5. Mensucikan hati dari syirik, bid’ah dan maksiyat;
  6. Menuntut ilmu, rajin menghadiri majelis ilmu, ta’lim, daurah syar’iyyah;
  7. Mengatur waktu dan introspeksi diri;
  8. Berteman dengan orang shalih;
  9. Ingat mati dan takut akan su’ul khatimah;  
  10. Sabar dan belajar sabar, tentunya dalam melaksanakan ketaatan dan meninggalkan maksiyat;
  11. Berdo’a mohon pertolongan Allah supaya dibebaskan dari futur.

Semoga tips-tips di atas bermanfaat ya. Semoga juga bisa kita praktekkan bersama-sama, karena jujur, kalau sudah lalai dari satu ibadah yang biasa kita lakukan, akan sulit bagi kita untuk istiqamah melakukan ibadah-ibadah lain. Hati serasa disibukkan dengan hal lain yang tidak bermanfaat dan seakan dipersulit melakukan ketaatan lain.

Jangan lupa selalu berdo’a, yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbi ‘alaa diinik, yaa musharrifal quluub, sharraf qalbi ilaa thaa’atik.

Sumber: artikel dari almanhaj.or.id

Ditulis awal Juli 2017, sepekan pasca Ramadhan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s