motherhood

Ibu Harus Multitasking?

Setelah menikah dan memiliki anak, saya cukup sering tengak-tengok timeline FB dan di sana kerap beredar posting-an yang menyatakan betapa multitasking-nya seorang ibu itu. Yang namanya ibu itu bisa melakukan beberapa pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. Sambil muter cucian di mesin bisa sekalian masak atau cuci piring, plus memandikan si kecil. Nyetrika sambil nonton drakor, bisaaa. Nyuapin anak sambil balesin orderan, bisa bangeet. Intinya ibu itu kalau ngga multitasking, ngga akan beres itu kerjaan rumah.

Anehnya, saya ngga merasa memiliki kemampuan multitasking itu. Standar multitasking saya cuma level masak air sambil cuci piring, atau masak nasi di magic com sambil racik-racik bumbu masak. Selebihnya, yang masak sambil nyuci lah, nyetrika sambil nonton tivi, heuu ngga bisa banget. Pernah nih saya masak sambil muter cucian di mesin. Udah bangga gitu bisaa, eh ternyata selang pembuangan air belum dimasukkan ke kamar mandi, alhasil banjir deh. Kalau nyetrika disambi main hape juga pernah berakhir dengan gosongnya beberapa pakaian. Tapi itu juga lebih karena kecerobohan sih.

Saya sempat sedih, duh gimana bisa jadi IRT yang cekatan nih, lha wong kemampuan multitasking aja pas-pasan. Apa otak saya ngga seperti otak kaum Venus lain itu?

Gambar dari Google

Tapi itu dulu. Dua pekan lalu, saya mendapat materi #6 dari Institut Ibu Profesional terkait bagaimana menjadi manajer handal untuk keluarga. Salah satu poin untuk menghadapi kompleksitas tantangan tersebut adalah one bite at a time, lakukan setahap demi setahap, yang sepenangkapan saya maksudnya adalah resapi, jiwai aktivitas yang sedang dilakukan saat ini. Nikmati tiap gigitan demi gigitan dari setiap kue yang kita lahap. Jika sedang mengerjakan satu kegiatan, fokuslah pada kegiatan itu. Jangan disambi dengan kegiatan lain.

Bahkan sebaiknya, untuk efektivitas pelaksanaan pekerjaan kita, perlu kita membuat jadwal harian yang diberi kandang waktu alias cut-off time sehingga kita bisa strict to the schedule. Penyusunan jadwal harian ini tentunya didasarkan pada kepentingan dan urgensi kegiatan. Misal pukul 5.00-6.00 jadwalnya memasak, ya selesai ngga selesai lewat jam 6.00 harus disudahi masaknya. Toleransi 5-10 menit masih bisa dimaafkan lah. Tapi lebih dari itu, jadwal harian bisa kacau.

Wah langsung deh saya berbenah. Yang dulunya menganggap multitasking itu keren, kini, mampu untuk fokus dan tuntas mengerjakan sesuatu jauh lebih keren. Sudahlah biar dikata lambat, ngga cekatan, yang penting jadwal harian beres. Dan salah satu kunci beresnya pelaksanaan jadwal harian adalah menerima diri sendiri dan menurunkan ekspektasi. Misal yang biasa masak setiap hari ya biar ngga stress kurangin aja jadi dua hari sekali, nanti bisa beli di luar. Ini semua demi apa? Demi kewarasan dan kesehatan jiwa saya, hehehe. Apalagi tugas utama kita kan melayani suami dan membersamai anak. Kalau dua hal itu terhambat karena kecapean mengerjakan rutinitas domestik, jadinya ngga hepi semua kan.

Salah satu pekerjaan multitasking yang paling sering saya lakukan adalah makan sambil main hape atau baca buku. Ya ampun itu udah jadi kebiasaan banget sehingga kalau makan ngga sambil pegang sesuatu itu rasanya gimanaa gitu. Padahal kan dengan disambi kaya gitu kita jadi ngga bisa menikmati makanan ya. Tau-tau udah habis. Nah harus banget diubah nih.

Satu lagi, ngga perlu kita jadi multitasking saat membersamai anak. Quality time bersama anak hanya akan terwujud kalau kita sadar penuh, hadir utuh dalam aktivitas anak. Jadi lupakan sejenak cucian setrikaan menumpuk, lantai yang belum dipel saat sudah waktunya mendampingi anak. Kerjaan itu bisa di-handle lagi saat tiba waktu kita menyelesaikan tugas domestik. Ini juga harus banget banget diubah dari saya karena kadang saat bersama anak, saya masih kepikir kerjaan lain.

Nah, dengan pengaturan jadwal dan penerapan one bite at a time tadi, insya Allah kita bisa lebih menikmati dan menjiwai setiap pekerjaan yang mendukung peran kita sebagai ibu. Dengan begitu insya Allah kita lebih bahagia sehingga suami dan anak yang kita dampingi pun lebih bahagia deh. Semoga. Insya Allah. Aamiin.

Gambar dari https://upasnamattoo.wordpress.com/2014/01/30/mom-master-of-multitasking/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s