kids

Belajar Sepeda dengan Balance Bike

Beberapa bulan lalu, tepatnya Februari 2017 saya melihat posting-an di akun IG salah satu kids local brand yang memvideokan seorang anak sedang bersepeda di taman yang, apa ya, biasa dipakai orang untuk main skateboard itu lho, jadi ada tanjakan, turunan dan jalan lurusnya. Karena menarik, saya tunjukkan posting-an itu pada Ruma dan dia juga mengulang-ulang video tersebut.

Saya fikir, kok lucu banget ya sepedanya. Unik dan ngga biasa. Si anak kecil juga terlihat lancar sekali mengendarai sepeda roda dua tanpa roda bantuan itu. Biasanya anak balita kan masih bersepeda dengan sepeda roda empat ya. Ini kok enggak. Saya penasaran. Ada yang beda. Lalu saya tanya Ruma.

Meme: “Itu nggenjotnya gimana ya?”

Ruma: “Ngga digenjot.”

Meme: “Loh masa?”

Dan saya perhatikan sekali lagi. Memang ngga ada pedalnya. Loh unik banget. Terus ngejalaninnya gimana? Oh jadi didorong kayak main otopet gitu ya? Ternyata namanya balance bike. Jadi sepeda itu memang didesain untuk anak belajar naik sepeda roda dua. Dengan balance bike, anak belajar konsep keseimbangan secara lebih nyata. Jadi kalau sepeda roda empat biasa kan terdiri dari dua roda utama berukuran standar dan dua roda kecil di belakang untuk menopang anak yang belum bisa seimbang mengendarai sepeda. Nah ternyata dengan dua roda kecil tersebut malah memperlambat proses belajar anak tentang keseimbangan. Pun orang tua perlu memegangi sepeda anak jika tiba saatnya melepas roda bantuan itu. Dan melatih keseimbangan anak ini adalah hal tersulit dari proses belajar sepeda.

Karenanya, balance bike ini mencoba mengatasi kesulitan tersebut dengan membiarkan anak belajar keseimbangan secara mandiri. Caranya adalah dengan menghilangkan pedal yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari sebuah sepeda. Dudukan atau sadel juga dibuat sangat rendah, bahkan anak usia 1,5 tahunan pun bisa menggunakannya tanpa merasa takut jatuh.

Cara penggunaan b-bike ini mirip otopet. Jadi anak mendorong laju sepeda dengan kaki, jika dorongan sudah bisa agak kencang, anak bisa mengangkat kakinya di pijakan kaki yang disediakan. Hal ini tentu memudahkan anak menguasai praktek keseimbangan yang sebenarnya. Tentu semua butuh proses. Anak tidak berani sekali belajar langsung bisa mengangkat kakinya. Butuh latihan berkali-kali. Namun setidaknya dalam proses ini anak lebih mandiri, karena tidak perlu dipegangi orang tuanya. Mereka juga tidak perlu merasa takut jatuh, karena sadel rendah membuat kakinya selalu berpijak pada tanah.

Mengapa b-bike ini sangat ideal untuk anak belajar naik sepeda? Karena b-bike hanya memiliki dua fungsi, yakni driving dan balancing, sementara pada sepeda roda empat, dua fungsi itu masih ditambah pedalling. Padahal sebenarnya, anak balita belum bisa mengkombinasikan penguasaan ketiga fungsi tersebut dalam satu waktu. Apalagi yang paling penting adalah balancing. Fungsi driving juga sangat penting, mengingat sepeda ke depannya akan digunakan di jalan betulan. Sementara pedalling adalah kemampuan yang mudah dipelajari, setelah anak tuntas dengan balancing dan driving. Oleh sebab itu b-bike menghilangkan fungsi pedalling pada sepedanya.

Sebagai emak-emak yang gampang terkompori, saya langsung tertarik memiliki b-bike untuk Ruma. Namun ternyata harganya cukup mahal, hampir tiga kali lipat dari harga sepeda biasa. Yang agak murah sih wooden b-bike yang menggunakan material kayu. Akhirnya Pepenya Ruma punya ide, kenapa tidak membuat sendiri saja? Toh itu hanya sepeda untuk latihan yang pasti jika Ruma sudah bisa bersepeda, tidak akan dipakai lagi. Pepe lalu browsing desain-desain wooden b-bike, menggambarnya, lalu membawanya ke tukang kayu untuk dibuat. Untuk rangka, handle setang dan roda kami mencari sendiri. Bahan utamanya adalah kayu jati belanda yang biasa digunakan sebagai material pembuatan mainan anak.

Akhirnya, lebih kurang 3 bulan karena terhambat proses pencarian bahan yang agak sulit, b-bike untuk Ruma pun jadi. Ongkos belanja bahan dan pembuatan tentu jauh lebih murah daripada harus membeli b-bike baru. Bahkan jauh lebih murah daripada jika harus menyewanya per bulan (ada beberapa persewaan b-bike jika ingin mencoba namun masih berat di ongkos).

Kini hampir setiap hari Ruma memainkannya dan belum bosan-bosan. Semoga cepat bisa lancar ya sepedaannya, Nak.

Penasaran dengan b-bike-nya Ruma? Berikut ini saya sertakan gambarnya ya.

IMG_20170718_155638

Ini foto saat Ruma mengendarai sepedanya.

IMG_20170719_101551

Gimana, tertarik juga?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s