kids

WPB untuk Anakku

Ibu mana yang tak suka jika putra-putrinya lebih anteng di depan buku daripada di depan gadget? Saya rasa semua ibu — yang tak suka membaca pun — menginginkan putra-putrinya gemar membaca.

Membuat anak suka membaca berbeda dengan membuat anak bisa membaca. Jika mengajarkan anak bisa membaca sebaiknya menunggu kesiapan anak atau critical periods mereka terhadap huruf, membuat anak suka membaca bahkan bisa dilakukan sejak anak masih dalam buaian!

Percaya atau tidak?

Ketika anak pertama kami, Fathimah, berusia 9 bulan, tak ada mainan yang lebih ia sukai kecuali buku. Saat usianya 11 bulan, ia sudah mulai bisa memilih buku mana yang disukai dan minta untuk dibacakan. Ketika ia mulai bisa bicara, kami pun mulai kewalahan menuruti permintaannya untuk membacakan buku. Tak jarang, ia meminta dibacakan buku sampai jauh tengah malam, saat lampu-lampu sudah kami padamkan. Menakjubkan. — Mohammad Fauzil Adhim dalam Membuat Anak Gila Membaca

Begitulah.

Apa rahasia sehingga putri ustadz sekaligus penulis tersebut sudah tergila-gila dengan buku meski usianya masih bayi?

Ternyata, sejak usia 3 bulan, ibunya sudah mulai membiasakan membacakan buku secara teratur dan serius. Reading aloud dengan pemberian intonasi suara berbeda dalam setiap tokoh yang dibacakan, juga perubahan ekspresi saat membacakan percakapan dalam buku tersebut, ternyata efektif merangsang minat baca anak sejak dini.

Lalu, jika anak sudah tidak bayi lagi, bagaimana? Apakah sudah terlambat untuk memberikan pengalaman pramembaca pada anak?

Ternyata belum.

Kita masih bisa menggairahkan anak untuk membaca sejak usianya dua tahun. Tidak perlu menunggu mereka berusia sekolah atau siap membaca dulu baru bisa kita bangkitkan minat membaca mereka.

Salah satu cara meningkatkan minat baca anak di usia batita adalah dengan memberi pengalaman dengan WPB (wordless picture book) atau buku bergambar sedikit kata. Dengan tampilan warna-warni yang menggoda, anak akan tertarik membuka lembar demi lembar bukunya dan “membaca” isinya. Bahkan meski anak belum mengenal huruf sama sekali.

WPB juga dapat meningkatkan kreativitas orang tua, karena dengan sedikit kata, orang tua bisa berimprovisasi “membacakan” gambar yang ada di buku. Hal ini tentu melatih kemampuan interpretasi anak di kemudian hari.

Salah satu WPB favorit anak saya adalah “Hug” oleh Jez Alborough. Buku ini bagi saya sangat istimewa. Benar-benar wordless, bahkan menjurus tanpa kata. Meski anak saya sudah berusia hampir 4 tahun, dia masih sangat menyukai buku ini.

IMG20170726061655.jpg

Yang unik dari buku terbitan Walker Books ini adalah hanya terdiri dari satu kata utama yakni “Hug” dan satu kata lain yang tidak bisa saya sebutkan karena khawatir spoiler. Sementara sebagian besarnya adalah gambar yang diilustrasikan begitu cantik oleh Alborough. Saya pribadi juga sangat menyukai buku ini, karena dapat meningkatkan kemampuan saya bercerita di depan anak.

Karena isinya hanya gambar, kata-kata yang saya bacakan selalu berubah-ubah tiap harinya. Entah Ruma bisa ingat atau tidak. Namun yang jelas inti ceritanya selalu sama 🙂

Buku ini menceritakan kisah simpanse kecil yang merasa butuh pelukan karena binatang-binatang di sekitarnya sudah berpelukan dengan kesayangannya masing-masing. Simpanse kecil merasa begitu sendiri. Apakah akhirnya ia akan memperoleh pelukan yang ia butuhkan?

IMG20170726061558

“Membaca” buku ini sungguh membikin hati hangat. Saya rasa kehangatan tersebut juga dirasakan oleh anak saya karena kami selalu berpelukan pasca menyelesaikan buku ini.

IMG20170726061613

Sungguh WPB yang tak layak untuk dilewatkan.

IMG20170726061629

Bagi saya pribadi, membacakan buku untuk anak sudah menjadi kebutuhan. Baik bagi saya maupun anak.

Sebagian koleksi buku Ruma pernah saya ceritakan di tulisan tersendiri.

Baca : Ruma & Her Books

Selain dapat meningkatkan minat baca anak, membacakan buku juga dapat meningkatkan kedekatan orang tua dan anak.

Jadi, sudah siap “bertualang” bersama anak lewat buku?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s