Penyejuk Mata Suami

Gambar dari Pinterest

Jagalah hidung, telinga dan mata suamimu! Jangan sampai dia mencium darimu kecuali bau yang wangi dan jangan sampai dia melihat kepadamu kecuali kecantikan! — Asma’ bintu Kharijah Al-Firazy

Begitu satu kutipan yang pernah saya baca dari buku berjudul “Bingkisan tuk Kedua Mempelai” di mana kutipan tersebut merupakan nasihat seorang ibu kepada putrinya sebelum putrinya itu memasuki gerbang pernikahan.

Ketika membaca buku itu di awal pernikahan, saya membatin, wah berarti selama ini kebalik dong, secara kita biasa pakai baju apa adanya kalau di rumah, sementara berusaha tampil wow saat keluar rumah.

Bener ngga sih, selama ini pemandangan yang sering kita lihat adalah ibu-ibu yang di rumah berpenampilan seadanya, daster yang semakin lusuh semakin nyaman dipakai, rambut berantakan, bau campuran antara keringat, bumbu masak dan minyak gosok. Make-up? Boro-boro. Bisa mandi sehari dua kali saja sudah prestasi.

Tapi, giliran mau keluar rumah entah kondangan, reunian, atau me-time ke manalah, persiapannya, baju dipilih yang paling kece, make-up jelas ngga ketinggalan dong ya, kan mau ngeksis. Sepatu? Tas? Dipilih yang paling  up-to-date lah. Pokoknya biar sudah jadi mamak beranak banyak, penampilan keluar rumah tetap nomor satu.

Saya jujur saja juga golongan mamak-mamak yang demikian, meskipun kalau keluar rumah ngga yang wow-wow amat. Tapi di dalam rumah ya, seadanya. Apalagi kalau lagi capek, pengennya bobo cantik, dan paling nyaman memang berdaster ria.

Saat itu bagi saya, sulit sekali menerapkan nasihat itu karena cukup merepotkan. Meskipun saya juga tahu bahwa wanita itu diperintahkan berhias saat di dalam rumah dan berpenampilan sederhana ketika keluar rumah. Setidaknya, dengan tidak berpenampilan berlebihan saat keluar rumah itu sudah cukup.

Namun saya berubah fikiran ketika membaca satu post Facebook Mbak Wina Risman sekitar setahunan lalu, bahwa salah satu hal yang membuat hubungan pasutri menjadi hambar dan hal itu rentan menyebabkan perselingkuhan adalah suami istri yang berpenampilan serba apa adanya saat di rumah. Istri pakai daster bolong-bolong, suami juga tak mau kalah “dekil,” hanya sarung dan kaos putih yang dijual lusinan di pasaran. Jadi, kalau harmonis terus pernikahannya, salah satu kuncinya adalah berpenampilan terbaiklah saat sedang bersama pasangan di rumah.

Tentang berpenampilan rapi di rumah ini, saya juga mendapat referensi dari Ibu Septi Peni yang sejak resmi menyandang gelar ibu rumah tangga profesional, selalu berpenampilan terbaik saat di rumah bersama suami dan anak-anak. Beliau menggantungkan daster yang sudah jadi pakaian kebanggaan para ibu untuk berganti pakaian rapi yang pantas pula dikenakan saat menerima tamu.

Memang seharusnya kita lebih memprioritaskan penampilan cantik saat di rumah bersama suami daripada saat keluar rumah, karena suami adalah orang yang paling berhak menikmati kecantikan istri. Hehe, cantik itu relatif sih, intinya penampilan terbaik istri paling pantas dipersembahkan untuk suaminya.

Dengan penampilan terbaik saat di rumah, kita juga akan lebih bersemangat menjalani hari. Apalagi bagi ibu-ibu yang sehari-hari berjibaku dengan aneka rupa pekerjaan domestik. Paling tidak, cukup dengan merasa cantik saja, mood sudah naik berkali lipat dan itu bikin bahagia. Ya nggak Bu?

Terkait pakaian yang sebaiknya kita pakai di rumah, kita bisa tanyakan da suami, beliau paling suka istrinya pakai baju apa saat di rumah. Pasti jawabannya beragam, dari gamis cantik nuansa shabby sampai daster katun jepang yang bikin wajah makin berseri. Mau pakai pakaian kekinian yang biasa dipakai ibu-ibu OOTD-an? Boleh-boleh saja, asal tetap terlihat sopan di depan anak-anak, artinya jangan sampai memakai baju u can see atau celana di atas lutut. Jadi terpenting, selera suami dan kenyamanan kita. Bisa lah dinego kalau kita ngga nyaman bergamis di rumah, misalnya, bisa pakai jenis baju lain.

Namun terkadang pakaian rumah yang kece-kece itu bikin kita malas mengerjakan tugas domestik. Iyalah, secara memasak, cuci piring dan memandikan anak rawan membuat baju basah dan kotor. Lalu solusinya apa dong? Kalau saya, pakai celemek waterproof. Jadi kalau harus melakukan kegiatan berbasah-basah ria, dipakai dulu celemeknya. Nanti kelar, kece lagi tanpa harus kena basah atau kotor.

Oh iya, dengan membiasakan penampilan rapi saat di rumah begitu, berarti baju buluknya ngga boleh dipakai lagi dong? Ngga juga sih. Boleh kok dipakai daster kesayangan yang sudah buluk kalau misal suami lagi ngga ada di rumah atau anak lagi bobo. Tapi kalau saya, anak saya malah suka lihat saya dasteran buluk, hehehe.

Baju sudah kece, lalu apa lagi? Rambut harus tersisir rapi. Model apapun yang disukai suami dan nyaman bagi kita, boleh-boleh saja. Dengan catatan ngga melanggar syariat seperti hair extension misalnya. Make-up gimana? Ya samalah, tergantung selera suami dan kenyamanan istri, asal ngga berlebih-lebihan dan mengarah ke mubadzir. Terpenting adalah dengan berusaha menjaga akhlak dan tutur kata agar selalu lemah lembut, yang mana ini adalah PR banget bagi saya 🙂

Dengan sedikit tips di atas, insya Allah bisalah kita memperbaiki sedikit-sedikit penampilan saat di rumah. Kan istri itu harus jadi penyejuk mata suami.

Kalau ibu-ibu, pakaian apa yang paling favorit dipakai di rumah?Sharing di sini dong 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Penyejuk Mata Suami

  1. Hihihi…gantung daster😀. Kalo saya biasa pake baju santai seperti kulot dan kaos, juga dandan dikit gitu. Saya juga belajar dari Ibu saya Mbak,meski sudah 70 tahun kalo di rumah masih rapi jali. Salam kenal dan TFS .😍

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s