writing

Mengapa Menulis?

Bagi saya, menulis adalah terapi jiwa. Saya merasa lebih baik setelah menulis.

Saat sedih, biasanya saya ungkapkan lewat tulisan sehingga perasaan dapat terpetakan lebih jelas. Dan itu memberi efek yang melegakan.

Saat marah pun lebih baik dilampiaskan lewat tulisan-tulisan yang dikonsumsi pribadi. Itu lebih baik daripada langsung marah saat itu juga. Menulis bagi saya, adalah salah satu metode anger management yang cukup efektif. Meski seringnya keceplosan marah dan ngomel-ngomel hihihi.

Saat ini saya sedang mengusahakan menulis setiap hari satu tulisan yang sekiranya bermanfaat bagi pembaca blog ini. Pun bagi warga media sosial di mana saya juga membagikan buah fikiran saya di sana.

Gambar dari Google

Saya pernah membaca salah satu ayat dalam tafsir QS At Taubah : 122 yang intinya menyatakan barangsiapa mengetahui satu ilmu namun tidak menyampaikannya lalu dia mati sebelum dia menyampaikan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut akan mati bersamanya dan hal itu merupakan hasil dari penuntut ilmu yang tak menyampaikan ilmu yang didapatkannya.  

Membaca itu saya bergidik. Betapa banyak buku yang dibaca, majelis ilmu yang didatangi, peristiwa berhikmah yang dialami, namun belum ada yang disampaikan.

Memang seharusnya, sebelum menyampaikan kita harus mengamalkan ilmu tersebut. Namun kedua hal itu bisa berjalan beriringan. Awalnya menuntut ilmu. Kemudian sampaikan ilmu yang kita ketahui, sekaligus amalkan yang telah kita ketahui dan kita sampaikan tersebut. 

Dan bagi saya yang belum berkesempatan bisa berbicara di depan umum ini (sekaligus kurang percaya diri sih) menulis merupakan media paling ideal untuk menyampaikan hal-hal bermanfaat yang kita ketahui.

Bersungguh-sungguhlah dalam menebar manfaat, meski hanya lewat tulisan. Siapa yang tahu, ada seseorang di luar sana yang sedang putus asa dengan hidupnya, membaca tulisan kita bisa terinspirasi dan bangkit semangatnya menjalani hidup. Ini sih saya, kalau membaca tulisan para motivator itu hehe.

Jadi, jangan ragu menulis. Namun sebelum menekan post atau publish, fikirkan lagi, kira-kira tulisan kita bermanfaat atau tidak. Jika ya, boleh dilanjutkan. Jika tidak, lebih baik dikonsumsi pribadi saja lalu cari bahan lain yang sekiranya berguna untuk ditulis.

Sekian dan semoga ada manfaatnya 🙂

 

Advertisements

3 thoughts on “Mengapa Menulis?”

  1. Tulisan yang hadir, ada yang membuatku tersenyum, menangis sampai terisak, bahkan tertawa terpingkal-pingkal. Bahkan tidak jarang mengajakku berpikir lagi. Mereka seperti sahabat-sahabat baru yang langsung ku akrabi atau sahabat lama yang ku rindukan sebab lama tak jumpa. Menyenangkan… 😀

    Like

    1. Itulah sebab mengapa pena dianggap lebih tajam daripada pedang. Terkadang, dengan membaca tulisan seseorang yang benar-benar menggerakkan, bisa membuat kita yang sedang terpuruk menjadi bangkit lagi dan siap menghadapi segala tantangan hidup. Karenanya, selalu tulis tulisan yang positif supaya bermanfaat bagi diri kita sendiri dan pembacanya 🙂

      Like

  2. Setuju, Bunda. Ku sering mengalami hal ini. Jadi ingin menuliskan hal bermanfaat juga setelah membaca sebuah tulisan. Apalagi kalau motivasi sedang sembunyi di balik awan, terimakasih Bunda, untuk masukannya. 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s