Mensyukuri Pernikahan

Gambar dari Pinterest

Bagi orang yang belum menikah, atau masih menikmati manisnya masa bulan madu, kata pernikahan begitu indah didengar. Teringat ketika duduk di akhir kuliah, beberapa teman sudah mulai menempuh hidup baru. Dan saya yang masih polos lugu itu, membayangkan bahwa menikah berarti bahagia selama-lamanya. Pernikahan laksana taman bunga, bahkan ada yang bilang bahwa pernikahan adalah surga dunia.

Terlebih saya banyak membaca buku-buku pranikah yang lebih banyak mengupas pernikahan dan sejuta keindahannya. Namun saya luput menyadari, buku-buku itu motivasi utamanya adalah mengajak anak-anak muda yang masih pacaran untuk segera menikah, karena pacaran tentu dilarang agama.

Ketika pada akhirnya menikah dua tahun pasca lulus kuliah, saya kemudian membangun ekspektasi yang begitu tinggi terhadap pernikahan dan pasangan. Pokoknya pernikahan itu harus begini begini, pasangan itu harus begitu begitu. Awal-awal memang indah ya. Namanya awal pernikahan, mana ada sih yang menyedihkan. Tapi lama kelamaan, karena harapan yang begitu tinggi terhadap pernikahan dan pasangan itu membuat saya sering kecewa. Apa lagi kalau bukan karena kenyataan yang tak sesuai harapan.

Menyatukan dua kepala yang berbeda dari didikan kedua orang tua yang berbeda bukan perkara mudah. Ditambah harapan-harapan tinggi yang tak terwujud dalam kenyataan kadang malah membuat masing-masing baik suami atau istri memendam kekecewaan. Istri berharap suami begini, sementara suami juga punya harapan tersendiri terhadap istrinya. Namun masing-masing tidak berusaha mengkomunikasikan apa harapan masing-masing, inginnya diperlakukan seperti apa, paling tidak suka jika pasangan berbuat apa. Masing-masing berfikir, ya harusnya sudah tahu dong nggak perlu diberitahu. Hei, bukankah kita dan pasangan bukan cenayang?

Namun, ketika pada akhirnya menyadari bahwa seharusnya dalam pernikahan itu tidak perlu ada ekspektasi yang terlalu tinggi, setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan dan tidak ada pernikahan yang betul-betul bebas konflik kini saya jadi lebih santai menghadapi segala yang terjadi. 

Memasuki tahun kelima pernikahan, alhamdulillah kini lebih woles memandang pernikahan dan pasangan. Konflik, beda pendapat, sebel kesel mangkel tentu masih ada dong. Namun selalu ada waktunya untuk berbaikan. Bahkan terkadang konflik bisa bermanfaat untuk mengeratkan hubungan antar pasangan.

Jadi, jika saat ini kita merasa terjebak dalam kehidupan pernikahan yang tidak sesuai dengan ekspektasi awal (meski mungkin ekspektasi kita ketinggian), semisal : suami tidak romantis, tidak mau terlibat dalam urusan pengasuhan anak, atau tidak bersedia berbagi tugas rumah tangga, dsb. jangan buru-buru sedih, kecewa, merasa ngiri dengan buibu medsos yang suaminya begini dan begono. Fikir lagi. Apakah kita sudah cukup ngobrol dengan beliau? Duduk bareng? Beraktivitas bersama? “Pacaran” lagi? Punya us time yang nggak melulu seputar bantal dan kasur hihi. Karena, ini menurut Bunda Septi Peni Wulandani, founder IIP yang sering disebut dalam tulisan saya, banyak beraktivitas bersama adalah kunci keharmonisan hubungan pernikahan. 

Pokoknya selama pasangan tidak meninggalkan shalat, bukan pelaku perselingkuhan berulang, tidak melakukan KDRT baik fisik maupun psikis, tidak malas-malasan mencari nafkah, menghormati orang tua dan keluarga kita, selamat. Selalu ada alasan untuk bersyukur. Maka syukuri pernikahan kita. Janji Allah adalah akan menambah nikmatNya jika kita bersyukur.

Kalau kita sudah bersyukur, fokus pada kebaikan pasangan, memperlakukan pasangan dengan sebaik-baik akhlak, bukan tidak mungkin harapan-harapan yang belum terwujud dari pasangan akan diwujudkan olehNya. Bahkan kitapun akan tercengang karenanya. Insya Allah.

Advertisements

2 thoughts on “Mensyukuri Pernikahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s