Lakukan 10 Langkah Ini Agar Konsisten Menulis

Bagi saya, menulis itu seperti melahirkan. Hanya lega setelah berhasil dikeluarkan menjadi sebuah tulisan. Eh, itu melahirkan atau buang air besar ya? Wkwkwk.

Memang awalnya terasa sulit untuk merangkai huruf demi huruf menjadi kata. Kata demi kata menjadi kalimat. Kalimat demi kalimat menjadi paragraf. Paragraf demi paragraf menjadi satu kesatuan tulisan utuh.

Meski tema sudah ada. Meski sudah ada bayangan akan menulkis apa. Meski sudah ada buku atau resume kajian yang hendak disarikan ke dalam tulisan. Namun nyatanya tetap sulit juga merangkaikannya.

Terkadang jemari hanya terhenti tanpa mengetikkan huruf apapun. Terkadang hanya lancar saat memilih kategori di blog, mengetikkan kata di kolom tags. Selebihnya tidak melakukan apa-apa.

Dulu sewaktu masih kuliah, nasib tulisan-tulisan saya lebih mengenaskan lagi. Judul demi judul hanya terkumpul dalam folder berlabel “unfinished.” Tulisan-tulisan yang belum selesai namun tidak akan terselesaikan karena memang saya tidak berniat merampungkannya. Sudah mentok istilahnya. Mungkin dulu cita-cita saya terlalu tinggi. Inginnya menerbitkan buku. Jadi sudah mumet dengan jumlah halaman yang harus ditulis. Karena tidak nyampai-nyampai jumlah halaman yang ditargetkan, saya jadi malas melanjutkannya. Komitmen dan konsistensi sepertinya juga lemah saat itu.

Saat ini, saya berusaha lebih konsisten lagi dalam menulis. Tidak harus berbentuk buku. Cukup konsisten dengan one day one post saja setiap harinya. Toh lama-lama jika dikumpulkan jadi satu buku. Hehehe, ngarep.

Selain itu, yang membedakan, dulu saya menulis asal saja. Tidak peduli tulisan itu akan bermanfaat atau tidak. Bahkan pernah lho, saya menulis tentang 5 cemilan favorit saya. Aduh, bagi blogger tak tenar macam saya tulisan seperti itu mah tidak bakal ada yang baca dan tidak bermanfaat sama sekali bagi pembacanya. Tapi semoga yang sudah baca bisa terhibur dan terinformasi ya.

Kini saya berusaha konsisten dengan komitmen yang saya buat : menulis setiap hari dengan content yang ada manfaatnya. Dengan komitmen itu alhamdulillah saya merasa lebih lancar saat menulis. Bahkan kini saya merasa menulis itu seperti pumping ASI. Awalnya berat, sulit, sakit, namun jika sudah keluar LDR (let down reflex), golden liquid itu akan mengalir lancar. Sama dengan membuat tulisan. Di awal menulis merasa kesulitan, namun tentu ada titik di mana kata demi kata itu mengalir keluar dengan sendirinya.

Bahkan lebih hebat dari itu. Jika kita sudah selesai dengan kegiatan pumping, kita akan kesulitan memompanya lagi. Berbeda dengan menulis. Terkadang jika sudah tuntas menyelesaikan satu tulisan, ide untuk menulis tulisan lain akan segera keluar. Namun satu syaratnya, harus segera dieksekusi. Jika tidak langsung ditulis, ide itu hanya akan menguap tanpa menjadi karya.

Dulu saya berfikir, untuk bisa konsisten menulis itu butuh sarpras lengkap : laptop dsb, butuh suasana tenang, butuh mood oke, butuh punya pengalaman segudang, supaya menghasilkan tulisan yang menginspirasi. Namun sebenarnya, menulis itu hanya butuh niat dan komitmen, juga goals yang ingin dicapai.

Jika tidak menemukan mood yang oke, maka ciptakan. Jika tidak ada laptop atau PC, kertas dan pulpen pun sudah cukup. Jika merasa tidak punya pengalaman, bisa menggali pengalaman orang lain. Jika merasa tidak punya waktu, maka sempatkan. Alokasikan beberapa jam dari 24 jam yang kita miliki untuk menulis. Lakukan setiap hari. Pokoknya kita harus memaksa diri untuk menulis.

Gambar dari Google

Singkatnya, inilah beberapa tips menulis secara konsisten dari seorang pemula. Meski masih pemula, semoga bermanfaat ya.

  1. Miliki komitmen dan konsistensi untuk menulis content yang bermanfaat;
  2. Banyak membaca : buku, peristiwa, fenomena;
  3. Punya jadwal menulis setiap hari;
  4. Buat tema menulis setiap harinya;
  5. Jangan malu mempublikasikan tulisan (jika dirasa ada manfaatnya);
  6. Jangan malu minta pendapat penulis yang lebih senior;
  7. Bergabung dengan komunitas menulis;
  8. Mau belajar dengan mengikuti pelatihan;
  9. Jangan takut dikritik;
  10. Jangan takut di-judge.

Oke, sekian saja tips konsisten menulis dari saya. Semoga bermanfaat khususnya bagi yang baru saja nyemplung ke dunia tulis-menulis. Tetap semangat menebar manfaat ya πŸ™‚

  

Advertisements

6 thoughts on “Lakukan 10 Langkah Ini Agar Konsisten Menulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s