Konsisten Menulis Tanpa Menghabiskan Banyak Waktu, Apa Bisa?

Menepati komitmen memang butuh perjuangan. Inginnya bisa konsisten menulis setiap hari, tapi terkadang hal tersebut bentrok dengan waktu yang dimiliki. Saya sendiri tipe orang yang butuh waktu lama untuk menyelesaikan sebuah tulisan.  Sebagai ibu yang sementara ini masih berjuang dengan peran ganda, perkara waktu ini sungguh diuji. Jika di kantor sedang repot dengan urusan pekerjaan … Continue reading Konsisten Menulis Tanpa Menghabiskan Banyak Waktu, Apa Bisa?

Lakukan 10 Langkah Ini Agar Konsisten Menulis

Bagi saya, menulis itu seperti melahirkan. Hanya lega setelah berhasil dikeluarkan menjadi sebuah tulisan. Eh, itu melahirkan atau buang air besar ya? Wkwkwk. Memang awalnya terasa sulit untuk merangkai huruf demi huruf menjadi kata. Kata demi kata menjadi kalimat. Kalimat demi kalimat menjadi paragraf. Paragraf demi paragraf menjadi satu kesatuan tulisan utuh. Meski tema sudah … Continue reading Lakukan 10 Langkah Ini Agar Konsisten Menulis

Mengapa Menulis?

Bagi saya, menulis adalah terapi jiwa. Saya merasa lebih baik setelah menulis. Saat sedih, biasanya saya ungkapkan lewat tulisan sehingga perasaan dapat terpetakan lebih jelas. Dan itu memberi efek yang melegakan. Saat marah pun lebih baik dilampiaskan lewat tulisan-tulisan yang dikonsumsi pribadi. Itu lebih baik daripada langsung marah saat itu juga. Menulis bagi saya, adalah … Continue reading Mengapa Menulis?

Dari Istrimu, Hasanah

Bang, tahukah kau Menikahimu adalah impianku sejak belia Waktu itu Kuceritakan pada ayah, ingin bersuamikan seorang nahkoda Bagiku mereka gagah, tak takut terjangan ombak Lalu ayah bertanya : Siapkah kau kelak ditinggal? Dengan gagah pula kujawab : Pada akhirnya semua meninggal juga kan, Yah? Bang Akhir Januari itu, tak pernah bisa kulupakan Telepon gelap itu … Continue reading Dari Istrimu, Hasanah

Teruslah Menulis

Kadang seseorang ragu menulis sesuatu karena takut tidak bisa melakukannya, alias omong doang, nulis doang tapi realisasinya nol. Mereka menghindari menulis hal-hal yang sebenarnya bermanfaat karena dirinya sendiri merasa belum bisa menerapkan apa-apa yang dituliskan.  Memang sih, terlihat munafik banget yah. Nulis nulis sendiri, diingkari sendiri, ngga dilakukan sendiri. Jadi lebih baik ngga usah nulis … Continue reading Teruslah Menulis

Intro

Pasca tulisan terakhir di WordPress¬†berjudul "hello, I'm back" tertanggal 16 Februari lalu nyatanya saya belum juga kunjung aktif menulis di blog ini. Berlalu dua bulan sejak tulisan omdo itu. Sungguh pepesan kosonglah saya ini. Beda sekali dengan beberapa tahun lalu di mana saya masih berkantor di Jakarta yang mana sedang getol-getolnya menulis sampai¬†level apa aja … Continue reading Intro