Gadget dan Kehidupan yang Berkesadaran

Saya baru mempunyai ponsel pintar pada 2013, terhitung ketinggalan zaman mengingat demam smartphone sudah menggejala sejak saya lulus kuliah tujuh tahun yang lalu. Namun, baru empat tahun memegangnya saja, gejala kecanduan gadget seperti sudah tercermin pada diri saya. Hmm, jadi malu sendiri tiap memperingatkan anak akan bahaya gadget.  Rasanya saya sudah lupa bagaimana damainya hidup … Continue reading Gadget dan Kehidupan yang Berkesadaran

Merdeka dalam Rumah Tangga

Bagi saya, hakikat kemerdekaan adalah bisa bebas berekspresi tanpa terbelenggu ketakutan. Takut dilabeli, takut dihakimi, takut berkonflik. Intinya, khawatir akan penilaian orang lain terkait apa yang kita lakukan. Dalam relasi suami istri, kemerdekaan berarti bebas menjadi diri sendiri dengan tetap memperhatikan peran dan fitrah penciptaannya masing-masing. Bagi suami, bebas memilih pekerjaan apa saja yang dia … Continue reading Merdeka dalam Rumah Tangga

Memangnya Kenapa Kalau Saya Single?

Delapan tahun lalu saya pernah menulis artikel dengan judul "Wajib Baca Buat yang Jomblo" dan setahun kemudian artikel itu saya publikasikan di blog lawas saya. Hingga kini masih saja ada komentar yang masuk di posting-an tersebut.  Rata-rata yang berkomentar di situ adalah adik-adik remaja yang nasibnya sebelas dua belas dengan saya saat itu. Mereka yang merasa … Continue reading Memangnya Kenapa Kalau Saya Single?

Hidup Itu Harus Punya Cita-cita: Masa Lalu, Kini dan Nanti

Saya ingat betul. Sepuluh tahun lalu ketika masih kuliah tingkat dua. Tiap akan berangkat ke kampus, selalu saya pandangi birunya langit sambil berdo'a. Kiranya hari ini akan lebih baik dari kemarin.  Bukan. Lebih baik yang saya maksud sama sekali tak berorientasi pada ibadah, akhirat atau kemanfaatan bagi orang banyak. Lebih baik di sini hanya berarti … Continue reading Hidup Itu Harus Punya Cita-cita: Masa Lalu, Kini dan Nanti