Hidup Itu Harus Punya Cita-cita: Masa Lalu, Kini dan Nanti

Saya ingat betul. Sepuluh tahun lalu ketika masih kuliah tingkat dua. Tiap akan berangkat ke kampus, selalu saya pandangi birunya langit sambil berdo'a. Kiranya hari ini akan lebih baik dari kemarin.  Bukan. Lebih baik yang saya maksud sama sekali tak berorientasi pada ibadah, akhirat atau kemanfaatan bagi orang banyak. Lebih baik di sini hanya berarti … Continue reading Hidup Itu Harus Punya Cita-cita: Masa Lalu, Kini dan Nanti

Bukan Penghalang Mimpimu

Sebelum menikah, perempuan itu adalah aktivis. Dua puluh empat jam sehari seakan tak cukup untuknya. Dari pagi sampai malam, banyak tempat sudah ia kunjungi. Hidupnya seakan sangat produktif. Rapat dewan mahasiswa, praktikum kelompok sains, proyek dengan dosen, mengurus sanggar yang didirikannya bersama sahabat-sahabatnya dan seabrek aktivitas lain yang tentunya menguras energi namun tidak keceriaan di … Continue reading Bukan Penghalang Mimpimu